SUKOHARJO - Pascapenangkapan terduga teroris
berinisial DK oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri
di Makamhaji, Kecamatan Kartasura, polisi langsung melakukan
penggeledahan di rumah DK.
Pantauan di lokasi, rumah kontrakan yang diduga dihuni DK dijaga ketat oleh puluhan aparat keamanan dari Brimob Polres Sukoharjo.
Untuk mengantisipasi banyaknya warga di sekitar rumah kontrakan DK yang ingin melihat dari dekat jalannya proses penggeledahan yang dipimpin langsung Kapolres Sukoharjo AKBP Andy Rifai, polisi memasang police line di sekitar kontrakan DK.
Aparat Kepolisaian sendiri tiba di TKP sekitar sekitar pukul 19.00 WIB dengan mengendarai lima mobil jenis mini bus dan membawa sejumlah peralatan untuk memeriksa isi rumah kontrakan tersebut yang sudah ditinggali DK selama hampir tujuh bulan.
Hampir satu jam lebih aparat kepolisian melakukan penggeledahaan di rumah kontrakan tersebut. Sebelum akhirnya meninggalkan rumah kontrakan tersebut.
Namun dari penjelasan ketua RT Suwarno, dari dalam rumah tersebut, polisi mengamankan bahan yang diduga akan dirakit menjadi bahan peledak seperti bubuk seperti pupuk urea, belerang, arang, paku, potasium, dan black polder. Bahan tersebut ditemukan polisi di atas plafon kamar DK. Selain itu polisi pun mengamankan senjata tajam samurai.
Penangkapan DK oleh tim Densus juga mengejutkan warga sekitar. Joko, warga sekitar mengaku melihat sekira delapan orang menangkap DK sekitar pukul 15.45 WIB saat keluar dari Masjid Istijabah (sebelumnya disebut baru pulang dari kampus UNS).
Setahu Joko orang yang mengontrak di rumah tersebut pendatang. Bukan asli orang Makam Haji. Mereka pasangan suami istri dan mengaku bernama DK dan istrinya TH.
"Ngakunya sih punya usaha bekam," lanjut Joko. Selain membawa DK, istri DK, TH pun ikut bawa oleh tim Densus.
Pantauan di lokasi, rumah kontrakan yang diduga dihuni DK dijaga ketat oleh puluhan aparat keamanan dari Brimob Polres Sukoharjo.
Untuk mengantisipasi banyaknya warga di sekitar rumah kontrakan DK yang ingin melihat dari dekat jalannya proses penggeledahan yang dipimpin langsung Kapolres Sukoharjo AKBP Andy Rifai, polisi memasang police line di sekitar kontrakan DK.
Aparat Kepolisaian sendiri tiba di TKP sekitar sekitar pukul 19.00 WIB dengan mengendarai lima mobil jenis mini bus dan membawa sejumlah peralatan untuk memeriksa isi rumah kontrakan tersebut yang sudah ditinggali DK selama hampir tujuh bulan.
Hampir satu jam lebih aparat kepolisian melakukan penggeledahaan di rumah kontrakan tersebut. Sebelum akhirnya meninggalkan rumah kontrakan tersebut.
Namun dari penjelasan ketua RT Suwarno, dari dalam rumah tersebut, polisi mengamankan bahan yang diduga akan dirakit menjadi bahan peledak seperti bubuk seperti pupuk urea, belerang, arang, paku, potasium, dan black polder. Bahan tersebut ditemukan polisi di atas plafon kamar DK. Selain itu polisi pun mengamankan senjata tajam samurai.
Penangkapan DK oleh tim Densus juga mengejutkan warga sekitar. Joko, warga sekitar mengaku melihat sekira delapan orang menangkap DK sekitar pukul 15.45 WIB saat keluar dari Masjid Istijabah (sebelumnya disebut baru pulang dari kampus UNS).
Setahu Joko orang yang mengontrak di rumah tersebut pendatang. Bukan asli orang Makam Haji. Mereka pasangan suami istri dan mengaku bernama DK dan istrinya TH.
"Ngakunya sih punya usaha bekam," lanjut Joko. Selain membawa DK, istri DK, TH pun ikut bawa oleh tim Densus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar